null

Bagi yang nonton Master Chef Indonesia Di Rcti kemarin pasti penasaran tentang profil tiga juri yang begitu pedas dan tajam dalam mengkritik para peserta. Tentunya mereka adalah orang yang profesional dan berpengalaman dalam bidang kuliner. Farah Quinn? Ah.. nggak ada apa-apanya. Berikut ini adalah profil mereka yang aku cari dari berbagai sumber.

Master Chef Vindex
Vindex Valentino Tengker, Chef asal Manado yang terlihat berwibawa dan ramah di acara Master Chef Indonesia ini adalah President Assosiasi Culinary Professional Indonesia yang juga menjabat sebagai Chef Eksekutif salah satu hotel Internasional di Jakarta. Karirnya dimulai di Amandari Hotel Ubud Bali sebagai Indonesian Chef dan kemudian bergabung dengan salah satu International hotel chain seperti Four Seasons. Chef Vindex udah berkecimpung di bidang kuliner selama 21 tahun, pengalaman bekerja di Mallorca, Spanyol dan Los Angeles, Amerika Serikat juga udah pernah dirasakan. Nggak heran kalau dilihat dari jabatannya, cara Chef Vindex berkomentar, beliau menyampaikan kritikan tajam d
engan ramah dan senyuman. Untuk profil Chef Vindex lebih lengkap, klik disini.
Master Chef Juna

Nama lengkap dari Chef yang terlihat galak ini adalah Junior Rorimpandey. Chef Juna (nama adalah Chef Eksekutif di Jackrabbit Jakarta. Selama 12 tahun yang dihabiskan di luar negeri, Chef Juna ini spesialis makanan Jepang dan Perancis. Nggak heran kalau yang terlihat di Master Chef Indonesia, Chef ini terlihat sangat sangat tidak ramah, ketus, menyebalkan, pedas dalam berkomentar, itu semua karena ia terdidik keras saat baru pertama kali terjun ke dunia kuliner. Kalau yang kalian lihat bagaimana para peserta dikritik, Chef ini pernah merasakan yang lebih menyakitkan. Hanya dalam 4 tahun, Chef Juna menjadi Sushi Master dan diberi kepercayaan untuk mengambil alih posisi Head Chef di restoran tempat ia bekerja. Mau tau profil Chef Juna lebih lengkap? Klik disini
Master Chef Marinka
null
Maria Irene Susanto atau dikenal juga dengan nama Rinrin Marinka yang merupakan lulusan dari Le Cordon Bleu, Sidney Australia dengan speciality French Cuisine & Patisserie. Chef ramah ini yang membintangi iklan Tepung Goreng Pisang merk Sasa loh. Kalau dilihat dari pengalaman, chef cantik ini kalah dibanding dua chef diatas. Selama 8 tahun tinggal dan kuliah di luar negeri, Chef Marinka beberapa kali magang di restoran. Dengan keahliannya membuat masakan fusion, Chef Marinka juga mengajar di Pantry Magic Cooking School, di Kemang. Profil selengkapnya, bisa dilihat disini
Terima kasih bagi yang udah copy tulisan ini untuk dipublikasikan ke blog atau forum.
Agar Semakin banyak orang mengenal para juri :) Jujur aku kurang setuju orang-orang berpendapat “ganti aja jurinya, sok galak, nggak berbobot komen nya, dibuat-buat” atau sejenis nya.
http://images.detik.com/content/2010/03/23/361/baladosingkongdlm.jpgSingkong tak harus jadi keripik atau sekedar digoreng. Dengan sedikit kreasi singkong goreng berbumbu cabai yang pedas ini enak juga buat camilan. Nyam..nyam..pedas-pedas gurih dan enak!

Bahan:
1 kg singkong yang baru, kupas, potong-potong 5 cm
Minyak goreng
Haluskan:
2 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar
1 cm kunyit
2 sdt garam
Bumbu:
3 sdm minyak sayur
1 sdm air jeruk
1 sdt gula pasir
Haluskan:
5 buah cabai merah besar, buang bijinya
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 buah tomat merah, potong-potong
1 sdt garam

Cara membuat:


  • Rebus singkong dengan bumbu dan sedikit air hingga merekah dan matang. Angkat, dinginkan.
  • Goreng singkong hingga kuning dan kering. Angkat dan tiriskan.
  • Bumbu: Tumis bumbu halus hingga wangi.
  • Tambahan air jeruk dan gula, aduk hingga mendidih.
  • Masukkan singkong goreng, aduk rata.
  • Angkat, sajikan hangat.
Untuk 6 orang
Developer by Onmedia Solution | Design by Chefrohman