Minggu yang lalu saya membuat kehebohan di Twitter karena nge-tweet tentang nasi goreng yang harganya Rp 160 ribu per porsi. Seperti biasa, kehebohan selalu dipicu oleh mereka yang tidak menyimak ke belakang. Tentu ada penjelasan mengapa nasi goreng "saja" sampai sedemikian mahal harganya.

Pertama, porsinya sangat besar. Tergantung siapa yang makan, tetapi satu porsi nasi goreng ini cukup untuk disantap antara 4-6 orang. Kedua, isinya memang sangat mewah. Di antara nasi goreng yang gurih dan lezat itu, tersembunyi potongan udang segar dan besar dalam porsi yang generous. Di atas nasi goreng itu, hampir seluruh porsinya tertutup oleh daging kepiting. Sekarang menjadi jelas mengapa nasi goreng ini dibandrol dengan harga sangat mahal.

Kenapa disebut nasi goreng Widodo? Kenapa bukan nasi goreng Kapin? Ceritanya panjang. Suatu hari, seorang kaya bernama Widodo singgah untuk makan di restoran ini. Karena Pak Widodo penggemar kepiting kelas berat, pesanannya adalah: "Buatkan nasi goreng dengan kepiting sebanyak-banyaknya. Berapa pun harganya akan saya bayar."

Maka, jurumasak Kapin pun menjawab "tantangan" Pak Widodo dengan porsi nasi goreng yang bahkan tidak pernah dibuat sebelumnya. Pak Widodo puas dengan masakan itu. Setiap kali ia datang lagi ke Kapin untuk memesan makanan yang sama. Tak ayal lagi, banyak orang pun ikut-ikutan memesan nasi goreng spesial itu. "Nasi goreng seperti yang dipesan Pak Widodo itu, lho," kata mereka.

Kapin memang mengutamakan hidangan sari laut. Sup kepitingnya banyak dicari orang – dibuat dengan berbagai versi: asparagus, jagung, bibir ikan, perut ikan, dan lain-lain. Masakan pauhi (abalone), kepiting, udang, ikan, dan cumi-cumi dari Kapin sudah tenar sejak lama. Jangan lewatkan rol udang (biasa disebut juga sebagai lumpia udang atau he keng, Rp 70 ribu) yang cukup istimewa.

Burung dara goreng (Rp 65 ribu/2 ekor) di Kapin juga merupakan salah satu favorit saya di sini. Khususnya karena sangat padan dipadukan dengan nasi gorengnya. Boleh juga diuji bihun kepiting (Rp 100 ribu) yang mirip dengan sajian serupa di Singapura. Bedanya, di Singapura harganya bisa lima kali lipat.

Bila Anda datang ke Kapin dengan keluarga atau rekan-rekan bisnis, yang terbaik adalah memilih berbagai paket makan siang yang ditawarkan. Paket untuk berempat seharga Rp 163 ribu, berenam Rp 280 ribu, dan berdelapan Rp 396 ribu. Kalaupun kurang – karena hanya 4-5 lauk – tinggal menambah 1-2 jenis lauk lagi.

Ah, kalaupun Anda datang sendiri ke Kapin, ada menu-menu individual untuk dipesan, seperti: tami goreng (di Jakarta disebut ifu mi, Rp 20 ribu), lo mi, angto mi, mi goreng, bihun goreng, dan lain-lain.

Satu hal yang selalu saya protes bila berkunjung ke Kapin adalah kenyataan bahwa mereka tetap menjual sup dari sirip ikan hiu. Seluruh dunia sudah mengutuk perburuan ikan hiu untuk diambil siripnya. Tetapi, masih saja banyak orang yang mencari kenikmatan dari semangkuk sup yang harganya sangat mahal itu.

Kapin sekarang juga sudah mempunyai cabang di Jl. Raya Kupang Indah 23 (031 7340528, 7347192). Bagi saya, tempat aslinya selalu lebih baik, karena tidak ada yang dapat menggantikan suasana di tempat asal. Kapin juga melakukan layanan antar makanan ke rumah atau ke kantor. Hmm, bisa mengirim ke Jakarta atau tidak, ya?

Restoran Kapin
Pasar Besar Wetan 55D
Surabaya
031 5340262, 5451072

Detikfood@
Developer by Onmedia Solution | Design by Chefrohman